Tamanku yang Super Minimalis

Di tengah kesibukan si pemilik rumah konsep minimalis memang sangat sesuai untuk masa kini, termasuk bagi saya, makanya saya tidak ingin terlalu banyak detail yang bisa berujung dengan ribetnya perawatan termasuk untuk taman di halaman belakang.

Tidak banyak yang bisa dibahas tentang taman belakang rumah saya yang berukuran hanya 2×4 meter itu karena taman tersebut saya buat sangat minimalis, di situ hanya terdapat satu buah pohon palem kuning dan tanah yang ditanami rumput gajah mini. Di sudut saya tambahkan lampu sorot yang mengarah ke palem jadi kalau malem si palem tetap eksis hihihi (maaf belum ada foto pada malam hari, menyusul yaaaa). Simple sekali ya? maksudnya sih biar tidak terlihat sesak dan juga simple  perawatannya hehehe… Sebenarnya diteras taman tersebut banyak berjejer pot-pot tanaman saya yang lain, jadi ‘penghuni’ asli halaman belakang tersebut bukan cuma palem kuning.

Project berikutnya (salah satu wishlist) adalah membuat taman minimalis di halaman depan, karena lahannya lebih luas so budgetnya  pasti lebih banyak hehe, tapi beberapa pohon favorit sudah tertanam di situ tinggal finishing saja sebetulnya, so tunggu aja ya update  berikutnya:P

Pohon Dollar Si Unik Yang Mengkilap

Seperti biasa kalo hari Sabtu-Minggu pas gada acara kemana-mana saya pasti melakukan hobi baru saya, bercocok tanam, malah bisa sampe lupa waktu heheh, abis itu badan pegel-pegel tapi hati rasanya puaaaaaaas hihihi…..melihat tanaman-tanamanku menjadi lebih indah.

Seperti pohon dollar saya yang satu ini, tadinya ada sekitar delapan batang di dalam satu pot besar, mereka sudah beranak pinak rupanya, jadi hari ini saya berniat memisahkan anak-anaknya ke pot lain yang lebih cantik biar bisa dijadikan tanaman indoor. Setelah dipisah mereka memang jadi lebih cuantiik! Mungkin karena potnya  atau juga karena yang punyanya cantik ya heeehee…

Karena anaknya sudah agak banyak, jadinya mereka saya pisahkan menjadi 2 pot kecil-kecil, siram dengan air, lap daunnya agar terlihat lebih hijau dan mengkilap, tanam di pot yang ada penampung airnya  dan hasilnya sudah bisa jadi tambahan untuk dekorasi ruangan!

Tanaman Dollar

Media yang saya gunakan adalah sekam, tanah dan kompos dengan perbandingan yang sama,  mau lebih baik lagi bisa menggunakan sabut kelapa atau daun pakis. Tidak lupa 2-3 hari sekali dikeluarkan dari ruangan agar terkena sinar matahari sekitar 3 jam  sekalian disiram. Tanaman dollar yang nama aslinya Zamioculcas zamifolia terbilang jenis tanaman yang sangat mudah perawatannya karena tidak memerlukan banyak air dan tetap hidup meski di dalam ruangan yang minim cahaya matahari.

Hmm..besok giliran pohon lain yang akan saya utak-atik hehe..

Anda juga bisa membuatnya menurut versi Anda sendiri,  selamat menghias ruangan/taman Anda!

Pilihan Dalam Hidup

Setelah 7 tahun jadi ‘kontraktor’ (ngontrak rumah orang hehe) di Jakarta kami memutuskan mengambil KPR di daerah Jonggol tepatnya diperumahan Citra Indah yg dibangun oleh Ciputra group. Lokasi memang sangat jauh dari tempat kerja suami….tapi waktu lihat lokasi perumahan kami langsung jatuh cinta pada pandangan pertama (halah)…lingkungan yang diatur rapi, penghijauan yang diterapkan, udara yang lebih sejuk dibanding Jakarta, tanpa pikir panjang kami memproses KPR tersebut dan rumah kami telah berdiri setelah 8 bulan akad kredit, walopun rumahnya udah jadi tapi kami masih tinggal di rumah kontrakan, karena sang suami masih belum siap kalau harus pulang pergi jonggol-jakarta setiap hari untuk brangkat kerja. Saat itu prinsip kami ‘yang penting udah punya rumah’……setelah waktu berjalan kami memutuskan paling lama satu tahun lagi hrs sudah pindah ke rumah baru (masa mau ngontrak terus!), meskipun begitu suamiku satu-satunya itu masih belum siap mental kalau harus PP tiap hari dari rumah ke kantor yg ditempuh selama kurang lebih 2 jam! Tapi mau gimana lagi, siapa suruh ngambil rumahnya jauh begitu hayo…? (daerah bekasi memang lebih dekat, tapi ga tertarik sama sekali). Dan dengan kemantapan hati kami mulai menyusun rencana untuk pindah rumah,,tidak lama kemudian  kami mendapat kabar bahwa kantor tempat suami kerja diputuskan pindah ke daerah Cibitung dengan alasan tidak boleh ada industri di area Kelapa Gading. Kantor yang baru akan siap sekitar awal tahun 2012, kalau dari rumah baru kami lokasinya menjadi lebih dekat. Tentu saja aku senang mendengarnya jadi suamiku yg ganteng itu ga perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk mencari nafkah kan? Sungguh anugerah yang tak terkira buat kami sekeluarga dan anak-anak nanti masih bisa ketemu ayahnya lebih lama,,walaupun sekarang masih PP jonggol-jakarta sampe awal taun depanlah…hehehe sabar ya sayangkkuuuh……Apa yang sudah kita pilih harus kita jalani dengan sepenuh hati dengan harapan ‘energi’ disekeliling kita pun ikut ‘merasakan’ semangat dari diri kita dan menghasilkan ‘reaksi’ yang saling menguntungkan heheudah aaah..mau lanjut beres-beres lagi nih target sebelum lebaran rumah baru kami sudah rapih dan bersih;)