Saat pertama kali nonton berita di televisi perihal Xenia maut disekitar Tugu Tani Jakarta yang menewaskan 9 nyawa pejalan kaki saya sempat terheran-heran sepertinya sopir mobil tersebut terlihat sangat tenang dan seperti tidak ada penyesalan malah terlihat sibuk dengan hapenya dan tidak terlihat panik sama sekali. Ternyata keheranan itu bukan dialami saya sendiri tetapi juga banyak orang yang melihat berita tersebut. Tapi setelah saya pikir-pikir (sambil sedikit menganalisa dan secuil nebak-nebak) ternyata hal tersebut sangatlah wajar, kenapa wajar? ya iyalah karena si pengemudi masih dibawah pengaruh sabu-sabu alias zat Methamphetamin yang sudah terbukti terkandung di dalam urine yang bersangkutan. Jika Anda mengkonsumsi zat perangsang sistem saraf pusat yang satu ini menurut penelitian medis otak akan melepaskan dopamin dan Anda akan merasakan tubuh anda sangat lincah (fungsi motorik meningkat), diri anda merasa sangat berharga, euphoria berlebihan alias sangat bahagia, yang jelas semangat Anda menjadi sangat tinggi itulah sebabnya kenapa sesaat setelah kejadian si pengemudi tidak merasa shock atau sedih, karena saat itu dia sedang sangat gembira (www.drugabuse.gov). Gembira yang dirasakannya bukanlah ilusi tapi gembira dalam arti yang sesungguhnya. Tetapi gembira yang waktunya sangat tidak tepat. Menurut teori lima unsur (wu xing) rasa gembira dikomando oleh jantung, coba lihat gambar berikut
jantung mengontrol happiness/ semangat seseorang, jadi sudah sangat jelas zat-zat itu memacu kerja jantung dengan sangat cepat, zat masuk ke dalam peredaran darah melewati otak dan mempengaruhi perilaku si pemakai sesaat setelah menghisap ataupun sekedar mengendus zat berbahaya itu. Hal ini tidak jauh berbeda dengan fenomena penggunaan obat-obat suplemen yang banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Zat-zat tersebut merangsang kerja organ dalam tubuh agar tetap semangat (giat bekerja) dan efek jangka panjangnya adalah merusak jantung itu sendiri dan juga organ lain yang bertugas menetralkan racun dalam tubuh yaitu hati karena mereka ‘dipaksa’ bekerja secara tidak wajar dan terus menerus.
Dalam kasus Xenia maut ini, si pengemudi memang tidak terlihat merasa bersalah ataupun shock bahkan mungkin malah ingin tertawa coba lihat ini dan sabu-sabu memiliki peranan penting dalam kasus ini. Yang jelas kolaborasi antara xenia dan metamphetamine sudah sangat sukses membuka mata masyarakat Indonesia mengenai bahayanya mabuk/ngedrug dijalanan.